BLOG

&

POST

HUT 25 PAROKI SANTA MARIA DARI FATIMA - PENAJAM

October 26, 2025

BERTUMBUH DALAM IMAN - SYUKUR ATAS RAHMAT TUHAN

Seribu umat lebih berkumpul di gereja Paroki Santa Maria dari Fatima, Penajam pada Minggu pagi, 19 Oktober 2025. Mereka datang dari 8 stasi dan 4 wilayah pelayanan pastoral dengan satu tujuan : merayakan syukur atas hari ulang tahun paroki ke 25 tahun.

Acara dimulai dengan penyambutan para tamu undangan, antara lain Bapa Uskup Keuskupan Agung Samarinda, Mgr Yustinus Harjosusanto MSF; Provinsial OMI Indonesia, RP. Ignasius Wasono Putro OMI, Pastor Paroki pertama, RP. Nicolas Setija Widjaja OMI, para romo, suster, bruder, dan donatur dari berbagai tempat.

Perarakan Ekaristi HUT Paroki Penajam

Setelah itu langsung dirayakan Perayaan Ekaristi Syukur bertepatan dengan Hari Minggu Misi Sedunia - Misionaris Pengharapan di Antara Segala Suku Bangsa. Dalam khotbahnya Bapa Uskup mengingatkan peran para misionaris MSF dan OMI serta umat perintis yang mengawali benih-benih iman Katolik di paroki Penajam mulai tahun 1980-an.

Umat dari berbagai suku : Jawa, Batak, Flores, Toraja, Manado yang dilayani misionaris asing dari Belanda dan Italia adalah cikal bakal paroki Penajam. Umat pertama adalah orang-orang Katolik perantau yang datang ke Penajam untuk mencari nafkah dan kehidupan yang lebih baik dari kampung halaman mereka masing-masing. Mereka sadar tidak bisa apa-apa tanpa iman kepada Tuhan. Maka berkumpulah mereka di stasi-stasi dan dikunjungi para misionaris MSF dari Paroki Prapatan dan misionaris OMI dari Paroki Dahor, Balikpapan.

Iman dan harapan umat perintis ini terus bertumbuh walaupun hanya dikunjungi 1 x setiap bulan oleh Pastor untuk merayakan Ekaristi. Hingga akhirnya umat terus bertambah dan layak dimekarkan menjadi paroki baru. Romo Nico Setija OMI mempersiapkan hal ini mulai tahun 1996. 4 tahun lamanya umat dari berbagai stasi disiapkan untuk bisa mandiri dalam hal liturgi, dana, pengurus, sarana dan pra sarana gereja untuk berdirinya paroki baru.

15 Oktober 2000 menjadi hari penetapan berdirinya Paroki Santa Maria dari Fatima Penajam. Nama pelindung paroki diambil karena devosi umat yang kuat kepada Bunda Maria. Di masa-masa awal ketika para pastor belum mengunjungi mereka, doa rosario-lah yang menyatukan dan menguatkan iman mereka sebagai orang Katolik. Sangat tepat pula dengan semangat devosi kepada Maria dari para pastor Oblat Maria Imakulata yang akan menjadi gembala umat.

Romo Nico Setidja OMI, sebagai pastor paroki pertama di Penajam

Romo Nico Setija OMI ditunjuk sebagai Pastor Paroki pertama dan menjadi gembala sendirian selama 11 tahun. Karena kesehatan jantungnya hingga harus dioperasi by pass, Romo Yoyon OMI menggantikannya sebagai Pastor Paroki Penajam mulai tahun 2011. Selama 13 tahun, Romo Yoyon OMI sendirian menjadi gembala umat, hingga tahun 2024 datanglah Romo Adi OMI membantu pelayanan pastoral yang semakin padat dengan datangnya para biarawan dan biarawati serta banyak umat yang bekerja dampak ditetapkannya Penajam sebagai tempat pembangunan Ibu Kota Nusantara yang baru mulai tahun 2019.

Saat ini, sungguh terasa pertumbuhan iman umat yang semakin dalam. Hal ini terlihat dari antusiasme umat yang mengadakan serangkaian acara selama 1 tahun dalam rangka syukur atas segala rahmat Tuhan selama 25 tahun paroki Penajam. Mulai dari Natal bersama 2024 dengan berbagai lomba untuk anak SEKAMI, Paskah bersama 2025 di IKN dengan lomba koor bapak-bapak, pemberkatan Gereja St. Eugenius Sotek setelah 10 tahun pembangunan, lomba-lomba HUT Kemerdekan RI, hingga terakhir lomba lektor dan mazmur.

Sebagai hadiah 25 tahun paroki Penajam, dibuatlah Gua Maria Bunda Berdukacita di samping gereja paroki. Setelah misa syukur selesai, Bapa Uskup, para imam, dan seluruh umat langsung berdoa memohon berkat Tuhan umtuk Gua Maria ini agar menjadi tempat penuh rahmat dan penguat iman lewat devosi kepada Bunda Maria Yang Berdukacita.

Acara selanjutnya dilanjutkan dengan pesta umat bersama umat dari berbagai gereja-gereja Kristen sekitar paroki, perwakilan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama, dan tamu undangan lainnya. Acara diisi oleh penampilan perwakilan anak-anak, OMK, para biarawan-biarawati, dan bapak ibu yang menari, bernyanyi, atau memainkan drama sejarah berdirinya paroki. Diberikan pula hadiah bagi para pemenang lomba dan berbagai door prize menarik.

Pukul 15.00 WITA, umat mulai undur diri pulang ke tempat masing-masing sebab mereka harus menempuh 1-2 jam perjalanan untuk sampai di rumah. Mereka pulang dengan wajah penuh syukur dan optimis menatap masa depan yang lebih baik untuk perkembangan iman seluruh umat di Paroki Penajam.  

Peresmian Taman doa sebelah Gereja Paroki Penajam
Seluruh Stasi hadir untuk memeriahkan acara HUT Paroki Penajam

Pemenang Lomba Kegiatan HUT Paroki Penajam

SEMUA BERITA
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram