Fr. Marvinio Andhika OMI
Pada hari Minggu, 26 Oktober 2026, umat paroki Santa Maria Imakulata berkesempatan untuk berziarah dalam rangka tahun Yubelium yang telah dilaksanakan pada akhir tahun lalu. Ziarah ini merupakan agenda tahunan Paroki yang dicanangkan oleh Romo Paroki, Rm. Nikolaus Ola Paokuma bersama dengan Dewan Pastoral Paroki menindaklanjuti seruan Bapa Paus Fransiskus agar setiap umat berziarah menuju pintu suci untuk mendapat indulgensi penuh dalam tahun penuh rahmat ini.
Dalam kesempatan ziarah ini, kurang lebih 180 umat berpartisipasi di dalamnya. Dengan total umat demikian, paroki menyediakan 4 bus untuk menunjang atensi dan antusiasme umat mengikuti Ziarah Yubelium ini. Umat terbagi menjadi 4 kelompok berdasarkan lingkungan dan stasi (Ling. St. Maria, Ling. St. Albertus, Ling St. Yosef, dan Stasi St. Matius. Ada dua rute peziarahan yang diikuti oleh umat paroki, antara lain Ziarah Porta Sancta ke Paroki Hati Kudus Yesus Tegal dan Taman doa Segara Wening Mejasem.
Antusiasme dan atensi umat nampak dari kesediaan mereka yang rela bangun pagi pagi dan berkumpul di Paroki untuk mengikuti ziarah Yubelium ini. Selain itu, umat dengan penuh sukacita juga membuat baju ziarah berdasarkan lingkungan masing masing. Semua umat, mulai dari yang muda hingga yang tua, muli dari BIA hingga sudah menikah tampak penuh sukacita dalam peziarahan ini.
Perjalanan dimulai pukul 06.00 WIB menuju Paroki Tegal dan menempuh waktu kurang lebih 4,5 jam. Sesampainya di sana, umat segera mendaftar untuk mengikuti ziarah porta sancta untuk mohon indulgensi penuh. Peziarahan ini dimulai dengan jalan salib singkat per masing masing lingkungan. Ibadat Jalan Salib ini sejatinya mengingatkan umat akan wafat dan sengsara Yesus untuk menebus dosa manusia. Dengan merenungkannya, umat diajak untuk memahami pengampunan yang Tuhan berikan memerlukan pengorbanan panjang dan penderitaaan. Ini semakin menegaskan pengampunan sebagai bentuk kasih yang tak terbatas dari Allah. Selain itu, jalan salib membuka kesempatan menyadari kerapuhan manusia yang selama ini juga turut menyalibkan Yesus, tetapi Tuhan dengan penuh kasih menanggungnya.

Setelah ibadat jalan salib, umat dipersilahkan berdoa pribadi untuk mohon rahmat yang dibutuhkan di dalam kapel adorasi, patung Hati Kudus Yesus (Pelindung Paroki Tegal) dan Bunda Maria. Ziarah ditutup dengan misa kudus bersama sama di gereja Paroki Hati Kudus Yesus Tegal.
Ziarah dilanjutkan dengan makan siang dan keberangkatan menuju Taman doa Segara Wening Mejasem. Taman doa ini hanya berjarak 4 km dari Paroki Tegal. Ziarah taman doa ini dimulai dengan doa rosario bersama sama sebagai bentuk syukur atas perantaraan Bunda Maria dalam doa doa umat selama ini, terkhusus dalam Ziarah Yubelium ini. Kegiatan dilanjutkan dengan doa pribadi.
Pukul 16.30 umat berkumpul untuk mengakhiri peziarahan dan berangkat pulang ke Banyumas. Seluruh umat sampai kembali di Paroki Banyumas pada pukul 21.45. Walaupun lelah, Romo Paroki dan seluruh umat bersyukur atas pengalaman berziarah ini, terutama syukur atas rahmat indulgensi penuh yang boleh diterima oleh umat paroki dengan menjalankan ketentuan yang ada.Semoga pengalaman ini membantu kita semua merenungkan kasih dan pengampunan Allah yang hadir selalu terkhusus dalam tahun penuh rahmat ini.

Laudetur Iesus Christus et Maria Immaculata. Amin