Oleh: Fr. Nikolas Aditya, OMI
"OMK Semakin Manusiawi, Kristiani, dan Suci." Tema inilah yang menjadi semangat dalam penyelenggaraan TEMUKAT (Temu Muda Katolik) I Orang Muda Katolik Paroki Santo Eugenius de Mazenod Temanang, yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di Stasi Sungai Engkabang.
Sebagai sebuah paroki yang baru berdiri dan baru berusia satu tahun, penyelenggaraan TEMUKAT pertama ini merupakan sebuah langkah berani sekaligus bersejarah. Di tengah berbagai keterbatasan sebagai paroki yang masih muda, panitia bersama seluruh umat mampu membuktikan bahwa semangat pelayanan, persaudaraan, dan iman dapat menghasilkan sebuah kegiatan yang berjalan dengan baik dan penuh sukacita.
Lokasi kegiatan yang berada di pedalaman tidak menjadi penghalang bagi antusiasme kaum muda untuk hadir. Justru suasana alam yang sederhana menjadi ruang yang mempererat kebersamaan serta menghadirkan pengalaman iman yang lebih mendalam. Semangat peserta yang rela menempuh perjalanan jauh menjadi bukti bahwa kaum muda Katolik memiliki kerinduan untuk bertumbuh dalam iman dan membangun persaudaraan.
TEMUKAT I ini tidak hanya diikuti oleh Orang Muda Katolik dari Paroki Santo Eugenius de Mazenod Temanang, tetapi juga dihadiri oleh OMK dari beberapa paroki tetangga, yaitu Paroki Tempunak, Paroki Nobal, Paroki Nanga Mau, Paroki Monumental, dan Paroki Kelam. Kehadiran mereka memperlihatkan bahwa persaudaraan Gereja tidak dibatasi oleh wilayah administratif, melainkan dipersatukan oleh iman yang sama kepada Kristus.

Selama tiga hari, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kehidupan rohani, membangun karakter, serta mengembangkan semangat pelayanan. Berbagai materi yang diberikan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga menyentuh kehidupan nyata kaum muda. Yang menjadi ciri khas dalam TEMUKAT ini ialah penyisipan Spiritualitas Oblat Maria Imakulata (OMI) sebagai dasar pembinaan kaum muda. Spiritualitas ini mengajak peserta untuk semakin mengenal Kristus, mencintai Gereja, serta memiliki semangat misioner dalam melayani sesama, terutama mereka yang paling membutuhkan.
Nilai-nilai tersebut tampak jelas dalam tema "OMK Semakin Manusiawi, Kristiani, dan Suci." Menjadi manusiawi berarti memiliki hati yang peka terhadap sesama, mampu membangun relasi yang sehat, serta menghargai martabat setiap orang. Menjadi Kristiani berarti menjadikan Yesus Kristus sebagai teladan hidup dalam berpikir, berkata, dan bertindak. Sementara itu, menjadi suci bukanlah sesuatu yang jauh dari kehidupan kaum muda, melainkan sebuah panggilan untuk terus bertumbuh dalam kasih, doa, pelayanan, dan kesetiaan kepada Allah di tengah kehidupan sehari-hari.
Bagi saya pribadi, mengikuti TEMUKAT pertama ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Saya melihat bagaimana kaum muda mampu membangun persaudaraan tanpa memandang asal paroki. Kebersamaan dalam doa, dinamika kelompok, permainan, diskusi, dan perayaan Ekaristi menghadirkan sukacita yang sederhana namun mendalam. Saya merasakan bahwa Gereja sungguh hidup ketika kaum mudanya diberi ruang untuk bertumbuh, berkarya, dan saling menguatkan.
Lebih dari sekadar sebuah kegiatan, TEMUKAT menjadi momentum untuk menyalakan kembali semangat kaum muda agar semakin mencintai Gereja dan berani mengambil bagian dalam kehidupan menggereja. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa usia sebuah paroki tidak menentukan kualitas pelayanannya. Meskipun Paroki Santo Eugenius de Mazenod Temanang masih sangat muda, semangat umat dan kerja sama seluruh pihak telah melahirkan sebuah kegiatan yang memberikan kesan mendalam bagi setiap peserta.
Harapan besar muncul agar TEMUKAT tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan menjadi awal dari proses pembinaan Orang Muda Katolik yang berkelanjutan. Semoga semangat yang telah ditanamkan selama tiga hari ini terus bertumbuh dalam diri setiap peserta, sehingga mereka semakin siap menjadi pribadi yang manusiawi, semakin dewasa dalam iman Kristiani, dan semakin setia menghidupi panggilan menuju kekudusan.
TEMUKAT I telah menjadi tonggak sejarah bagi Paroki Santo Eugenius de Mazenod Temanang. Semoga langkah awal yang baik ini menjadi fondasi yang kokoh bagi lahirnya generasi muda Katolik yang beriman teguh, berkarakter, dan siap menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.