Oleh: Sdr. Sipri (Seminaris OMI)
Malam minggu di Stasi Jeruk Legi menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Ketika tiba di sana, saya disambut dengan hangat oleh salah satu keluarga umat. Senyum mereka begitu tulus, penuh kasih, membuat hati saya merasa diterima sepenuhnya. Kami berdoa bersama di rumah sederhana itu, lalu berbincang tentang kehidupan, pelayanan, dan iman. Malam itu terasa begitu damai, penuh keakraban, dan terasa kehadiran Tuhan di tengah kami. Saya belajar bahwa perjumpaan yang sederhana dapat menjadi sarana nyata kehadiran Allah.
Pagi harinya, suasana desa terasa tenang dan menyegarkan. Kami melangkah menuju gereja stasi untuk merayakan Ekaristi. Umat sudah hadir lebih dulu, menyapa dengan senyum dan salam hangat. Ketika misa dimulai, kami semua bersatu dalam doa dan pujian. Koor umat mengalun merdu, menghadirkan rasa syukur dan kebersamaan yang mendalam. Dalam momen itu, saya sungguh merasakan bahwa hidup ini adalah anugerah besar yang pantas disyukuri. Romo yang memimpin misa berbicara dengan penuh semangat, meneguhkan iman umat, dan menyalakan semangat pelayanan di hati kami semua.
Sesudah misa, kami tidak langsung pulang. Umat mengajak kami menikmati teh hangat, roti, dan kudapan sederhana. Percakapan ringan, canda kecil, dan tawa bersama menambah suasana sukacita. Saya belajar bahwa iman dan kebersamaan tidak berhenti di dalam misa, tetapi terus hidup dalam relasi sehari-hari. Umat Yang sederhana itu menunjukkan kasih yang nyata melalui sikap ramah, rendah hati, dan penuh perhatian.Dari mereka saya belajar arti pelayanan sejati melayani dengan hati yang tulus, bukan karena kewajiban.
Pengalaman di Stasi Jeruk Legi mengajarkan saya bahwa iman sejati tidak diukur dari besar atau kecilnya kegiatan, tetapi dari seberapa tulus hati kita dalam melayani. Umat di sana sederhana, tetapi semangat mereka luar biasa. Mereka mencintai Gereja dengan cara yang indah melalui doa, keterlibatan, dan kebersamaan. Saya pulang dengan hati penuh syukur, karena lewat mereka saya menemukan wajah Kristus yang hidup.
Terpujilah Yesus Kristus Dan Maria Imakulata

