Oleh: Fr. Marvinio Andhika, OMI
Panggilan merupakan sebuah anugerah Tuhan yang dipercayakan kepada manusia. Manusia memiliki kebebasan untuk menjawab panggilan itu, terutama untuk merenungkan mana jalan hidup yang membahagiakan dirinya. Secara khusus, panggilan hidup menjadi religius merupakan sebuah cara untuk bersatu dengan Tuhan dengan cara selibat dan mengikat diri dengan tiga nasihat injili, yakni ketaatan, kemiskinan dan kemurnian. Panggilan hidup ini bersifat khusus dan perlu digaungkan, mengingat makin sedikitnya keterlibatan kaum muda dan awam dalam menanggapi panggilan hidup religius. Kaum muda sebagai gereja masa kini dihadapkan pada tawaran hidup yang tidak mudah, bahkan sering kali menjauhkan mereka dari suara Tuhan yang bergema dalam panggilan. Dalam hal ini keterlibatan aktif kaum religius untuk menggaungkan kembali panggilan hidup seperti mereka perlu ditingkatkan. Usaha usaha seperti promosi menjadi sebuah langkah tepat untuk membuat panggilan Tuhan menjadi lebih jelas dalam diri mereka yang terpanggil.
Salah satu pengalaman konkret keaktifan itu adalah Promosi Panggilan dalam Minggu Panggilan. Tahun ini para Frater dan Bruder OMI mendapatkan kesempatan untuk mempromosikan panggilan hidup religius sebagai OMI ke banyak tempat. Mereka ini mendapatkan perutusan sebagai berikut:
Mulai dari tanggal 09-11 Mei 2025 mereka mengadakan live in sekaligus promosi panggilan hidup Oblat bagi kaum muda dan semua umat di tempat masing masing. Promosi ini bukan hanya sebuah cara untuk mendapatkan calon bagi kongregasi, tetapi juga paling penting adalah untuk membuat suara Tuhan lebih jelas lagi bagi mereka yang merasa terpanggil. Hal ini bukanlah tanpa alasan, situasi zaman dan berbagai perubahan yang akhirnya bermuara pada kebisingan dan kehilangan arah, sering kali membuat kaum muda dan mereka yang terpanggil melupakan panggilan yang mungkin pernah terbesit. Live in dan juga Prompang ini adalah sebuah cara agar mereka kembali mendengar suara Tuhan dalam sukacita, pengalaman, dan teladan yang dihadirkan dari para Frater dan Bruder OMI yang mendapat perutusan.
Semoga kehadiran para frater dan bruder memberikan arah bagi mereka yang merasa terpanggil ataupun belum terpanggil untuk melihat jalan hidup religius sebagai sebuah panggilan yang bermakna. Selamat Minggu Panggilan 2025. Semoga semakin banyak kaum muda yang terpanggil untuk melayani Tuhan dan Gereja kudus-Nya. Laudetur Jesus Christus et Maria Immaculata.



FR. Charles, Br. Dhope, dan Rm. Eko, OMI di Paroki Trinitas Cengkareng



Fr. Adit, Fr. Ibau, Fr. Dedi di Paroki Minomartani Jogjakarta (gambar kiri dan kanan atas), Br. Mario, OMI di Paroki Wonosari, Gunung Kidul (gambar kanan bawah)




(ki-ka, atas-bawah) Fr. Gerald dan Br. Richard di Paroki SMI Kalideres, Fr. Fibo dan Fr. Berkmans, Br. Deni di Paroki Cideng, Jakarta. Fr. Thomas di Paroki SMI Tarakan, Fr. Andhika dan Br. Vian di Paroki Duren Sawit, Jakarta



(ki-ka) Fr. Ara dan Br. Rizki di paroki Karanganyar, Jawa Tengah, dan Br. Fero di Paroki Pringgolayan, Jogjakarta