BLOG

&

POST

PELAYANAN TERAPI DI NDALEM WELAS ASIH: PEWARTAAN INJIL YANG HIDUP DALAM SEMANGAT MISIONARIS OMI

June 11, 2025

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang kerap kali melupakan mereka yang miskin, sakit dan terpinggirkan, semangat Misionaris Oblat Maria Imakulata (OMI) terus hidup dalam tindakan nyata. Semangat untuk "mewartakan Kabar Gembira kepada kaum miskin", "melayani yang tak terlayani" bukan semboyan semata, melainkan menjadi nafas dalam setiap pelayanan. Salah satu wajah konkret dari semangat ini adalah pelayanan terapi jambar (jamu bakar) di Ndalem Welas Asih, Blotan, - sebuah rumah kasih yang menjadi ruang kesembuhan, pengharapan dan pewartaan Injil secara nyata.

"Semangat merasul kita ditopang oleh pemberian seluruh hidup melalui Oblatio, sebuah persembahan diri yang terus-menerus diperbarui dalam tuntutan-tuntutan perutusan kita" - Konstitusi OMI No.2

Melayani yang Sakit: Injil yang Dihidupi, Bukan Sekadar Diberitakan

Pelayanan terapi bukan hanya sekadar praktik pengobatan alternatif. Di dalamnya tertanam semangat pewartaan Injil yang menjangkau tubuh dan jiwa. Mereka yang datang ke Ndalem Welas Asih bukan hanya mencari kesembuhan fisik, tetapi juga mengalami sentuhan kasih Tuhan melalui pelayanan yang tulus dari para pelayan terapis awam. Di sinilah Injil diberitakan tanpa kata-kata megah, melainkan melalui perjumpaan, sentuhan dan kehadiran. Seperti Yesus yang menjamah orang kusta dan menyembuhkan yang lumpuh, buta atau tuli, pelayanan ini menjadi bentuk nyata dari belas kasih Kristus yang menyentuh luka-luka kehidupan.

"Pelayanan utama kita dalam Gereja adalah mewartakan Kristus dan KerajaanNya kepada orang-orang yang paling terlantar.... Di mana pun kita berkarya, perutusan kita terutama adalah bagi orang-orang yang keadaannya berseru membutuhkan keselamatan dan pengharapan yang hanya dapat dipenuhi oleh Kristus. Merekalah kaum miskin dengan bermacam-macam wajah; kita berpihak pada mereka" - Konstitusi OMI No. 5

"Kamu Telah Menerimanya dengan Cuma-Cuma, Maka Berikanlah Pula dengan Cuma-Cuma"

Para terapis awam yang terlibat dalam pelayanan ini menghayati prinsip Injil: melayani tanpa pamrih. Mereka hadir bukan sebagai profesional berbayar, tetapi sebagai saudara seiman, sesama peziarah kehidupan, yang membagikan kasih Tuhan secara cuma-cuma. Spiritualitas ini menjadi daya dorong dan penguat, bahwa kesembuhan bukan semata hasil teknik, melainkan buah dari cinta yang mendorong untuk berbagi.

Kesaksian hidup para terapis ini menghidupkan semangat kemiskinan Injil, seperti yang dihidupi oleh para Oblat dalam bentuk yang khas: berdiri di antara yang miskin, menjadi sahabat mereka, dan membagikan Kristus lewat pelayanan nyata.

"Kita akan membiarkan diri kita diinjili oleh orang miskin dan tersingkir yang kita layani, karena seringkali mereka menyadarkan kita akan cara-cara baru untuk mewartakan Injil" - Aturan OMI No. 8a

Aspek Formatif bagi Para Calon Misionaris OMI

Pelayanan di Ndalem Welas Asih juga menjadi medan pembelajaran formatif yang sangat berharga bagi para calon misionaris OMI. Di sini, mereka tidak hanya mendengar di kelas teori-teori tentang bagaimana mewartakan Injil dan menjadi dekat dengan orang kecil, tetapi melihat langsung secara dekat apa artinya menjadi pelayan kasih Kristus. Para frater dan bruder membersihkan Ndalem Welas Asih, menyiapkan meja administrasi dan menata kursi-kursi bagi para saudara yang sakit yang akan datang. Para formandi belajar bahwa misi tidak dimulai dari mimbar, tetapi dari hati yang mau menyambut, tangan yang mau bekerja, dan hidup yang mau dibagikan.

"Kita berusaha sekuat tenaga membawa semua orang, terutama orang-orang miskin, untuk menyadari martabat mereka sebagai manusia dan sebagai putera-puteri Allah" - Konstitusi OMI No.8

Melalui pengalaman nyata ini, para formandi OMI semakin dibentuk untuk menjadi misionaris yang tidak hanya pandai berkhotbah, tetapi terlebih dahulu menjadi Injil yang hidup itu sendiri - hadir bersama, menderita bersama, dan mencintai mereka yang paling kecil di mata dunia.

Ndalem Welas Asih: Rumah Rahmat, Rumah Pewartaan

Ndalem Welas Asih sama sekali bukan rumah sakit besar. Selain juga digunakan sebagai aula pastoral untuk pembinaan rohani seperti katekese, pelatihan, dan rapat, ia adalah rumah kasih, tempat orang sakit tidak hanya datang untuk disembuhkan, tetapi juga untuk dicintai. Di sinilah pewartaan Injil menemukan bentuknya yang paling otentik - ketika kasih Tuhan dirasakan, bukan hanya diperdengarkan.

Dalam pelayanan ini, semangat OMI berpadu dengan gerakan awam, menghadirkan Gereja yang hidup di tengah dunia. Pelayanan terapi jambar menjadi saksi bahwa misi bukanlah milik kaum religius Imam ataupun Bruder saja, tetapi tugas bersama seluruh umat Allah. Dalam tindakan sederhana ini, harapan, kesembuhan, dan Kerajaan Allah perlahan hadir dan bertumbuh.

SEMUA BERITA
chevron-down linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram